Polisi Amankan Pria Bersajam Saat Ricuh di Malioboro

Kota Jogja9 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator dalam kericuhan yang pecah di kawasan Malioboro dan sekitarnya, pada Rabu (28/10/2026) malam. Dari pemeriksaan awal, sejumlah orang yang diamankan itu kedapatan membawa senjata tajam hingga terpengaruh minuman keras.

​Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengungkapkan bahwa pihaknya bertindak tegas demi mengendalikan situasi serta memastikan keamanan masyarakat dan wisatawan di pusat Kota Jogja. ​”Ada beberapa massa yang tidak dikenal yang kami amankan. Salah satunya membawa senjata tajam. Jadi sekali lagi, kami mengamankan satu orang yang membawa senjata tajam sehingga dapat kami simpulkan bahwa memang massa yang tidak dikenal itu betul-betul niatnya untuk melakukan tindakan anarkis,” ucap Kombes Pol Ihsan.

banner 336x280

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari Tim Biddokkes Polda DIY atau kesehatan, sebagian besar oknum yang diamankan itu diduga mengonsumsi minuman keras sebelum melakukan aksi ricuh di sekitar gedung DPRD DIY. ​​Kericuhan yang terjadi pada Rabu malam itu  tak hanya menimbulkan ketegangan di jalan utama Malioboro. Akan tetapi juga berimbas kepada rusaknya sejumlah fasilitas umum serta properti warga di sekitar Malioboro.

Ihsan menyebutkan, kelompok perusuh tersebut melakukan aksi destruktif dengan merusak fasilitas publik, termasuk gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta lapak milik pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Malioboro. ​Massa tak dikenal itu dilaporkan bergerak secara tiba-tiba dari arah barat menuju ke gedung DPRD DIY, serta sempat memprovokasi juru parkir di Jalan Perwakilan. Polisi saat ini masih mendalami identitas, motif, dan asal sejumlah oknum yang telah diamankan itu.

“Saat ini, para oknum yang diamankan masih dalam proses pendalaman serta pemeriksaan intensif oleh Ditreskrimum Polda DIY. Salah satu oknum terbukti tertangkap tangan membawa senjata tajam,” katanya.

Guna memulihkan keamanan dan menghentikan eskalasi anarkis, polisi mengambil langkah tegas terukur. Yakni dengan mengerahkan kendaraan taktis water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan serta memukul mundur kerumunan massa dari kawasan Malioboro. Pasalnya, saat itu massa anarkis mulai mendekati obyek vutal semisal Stasiun Tugu Jogja.

​​”Kenapa kami melakukan tindakan tegas terukur dengan water cannon dan sebagainya, karena memang sudah mengganggu fasilitas publik seperti Stasiun Kereta Api Tugu. Sehingga kami lakukan tindakan tegas tentunya agar bisa mengendalikan situasi sepenuhnya,” jelas Ihsan.

Adapun ​terkait isu yang beredar di media sosial mengenai adanya korban luka tembak dari pihak massa akibat tindakan aparat, Ihsan dengan tegas membantahnya. Ia memastikan bahwa tidak ada satupun personel pengamanan yang diterjunkan dibekali atau menggunakan senjata api.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa petugas yang kami terjunkan untuk melakukan pelayanan penyampaian aspirasi tidak ada yang membawa senjata api. Ya, sekali lagi tidak ada yang membawa senjata api dan kami pastikan bahwa itu tidak benar ya,” tegasnya.

​Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan menyeluruh, baik terkait identitas massa yang diamankan, jumlah fasilitas yang rusak, maupun personel kepolisian yang mengalami luka-luka akibat lemparan batu selama proses pengamanan berlangsung.

​”Saat ini masih kami datakan, yang pasti ada anggota kami yang mengalami luka, terutama luka lemparan. Untuk proses-proses hukum dan sebagainya, secara prosedural akan kami tegaskan, terutama terhadap mereka yang melakukan tindakan-tindakan anarkis,” pungkasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *