JOGJA, JANASVARA.COM – Manajemen PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala (head coach) Jean Paul Van Gastel menyusul hasil kurang memuaskan yang diraih skuad Laskar Mataram dalam kompetisi Super League 2026/2027.
Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan pendukung setia atas performa tim PSIM Jogja yang belum memenuhi harapan.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa komitmen manajeman dan seluruh elemen klub tidak pernah surut untuk menjaga Laskar Mataram tetap kompetitif di kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya atas performa yang belum bisa membahagiakan kita semua. Namun, perlu diketahui bahwasanya kinerja baik energi dan jiwa saya tidak pernah pernah letih untuk membawa tim kebanggaan kita ini bertahan di Liga 1,” ucap Liana dalam konferensi pers di Grha Pandawa Balaikota Jogja, Sabtu (17/10/2026).
Dia memaparkan, fokus utamanya sebagai Direktur Utama PSIM Jogja saat ini adalah memastikan keamanan serta keberlangsungan klub ke depan. Menanggapi dinamika performa tim yang belum membuahkan kemenangan, manajemen pun mengambil langkah tegas dengan menyudahi kontrak pelatih asal Belanda tersebut.
“Oleh sebab itu, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan head coach Jean Paul Van Gastel,” katanya.
Dia menegaskan, keputusan manajemen tersebut diambil murni berdasarkan prinsip profesionalitas dan apa yang dinilai benar untuk klub. Bukan karena mengikuti desakan publik.
“Saya tidak mengikuti arus bawah atau tekanan yang begitu kencang, saya bukan tipe yang seperti itu. Pada prinsipnya adalah saya melakukan apa yang benar untuk PSIM,” paparnya.
Liana berharap, keputusan itu dapat didukung secara penuh oleh seluruh elemen suporter, baik Brajamusti maupun The Maiden. Dia juga berharap keputusan tersebut bisa membawa suasana lebih baik di ruang ganti maupun ketika berkompetisi selama 90 menit di lapangan, sehingga menorehkan hasil lebih baik ketimbang sekarang.
Lebih lanjut, Liana menyebut pihak manajemen telah menunjuk pelatih sementara atau caretaker untuk menggantikan posisi pelatih kepala dalam beberapa pertandingan ke depan.
“Kami juga sudah menunjuk caretaker untuk sementara ini menggantikan posisi head coach di dalam beberapa pertandingan ke depan,” tambahnya.
Meski begitu, jajaran tim pendukung Van Gastel semisal pelatih fisik dan pelatih kiper dipastikan masih bertahan untuk mendampingi skuad Laskar Mataram dalam beberapa pertandingan ke depan dan bakal terus dievaluasi kinerjanya.
“Jadi khusus pelatih kepala, kami akhiri kerja samanya. Tapi kalau yang lain tidak, masih kami pertahankan untuk beberapa laga ke depan. Nanti kami lihat dan evaluasi terus bagaimana kinerja serta hasil di lapangan,” tutur dia.
Sementara itu terkait pencarian pelatih baru, Liana mengakui bahwa manajemen memiliki batas waktu sesuai regulasi yang berlaku, yakni sebulan. Pihaknya berkomitmen untuk bergerak cepat melakukan proses seleksi yang ketat, mulai peninjauan rekam jejak hingga tahap wawancara mendalam bersama tim internal.
“Secara regulasi itu kan sebulan. Jadi kami harus bekerja keras untuk mencari pengganti barunya dalam jangka waktu secepatnya di bawah satu bulan. Maka tolong support kami,” tandasnya. (Dewi Rukmini)










