Toko Sembako di Jetis Bantul Terbakar, Kerugian Capai Rp1,1 Miliar

Berita18 Dilihat

BANTUL, JANASVARA.COM – Sebuah toko sembako di Jalan Imogiri Timur Km 11, Blawong II, Trimulyo, Jetis, Bantul, terbakar pada Kamis (13/8/2026) dini hari. Kebakaran yang terjadi setelah toko tutup tersebut menyebabkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 01.02 WIB. Sebelum kejadian, toko telah ditutup dan ditinggalkan oleh para karyawan sejak sekitar pukul 21.00 WIB pada Rabu (12/8/2026).

“Pada Rabu (12/8) sekitar pukul 21.00 WIB, toko tutup dan ditinggalkan oleh karyawan. Kemudian pada Kamis sekitar pukul 01.02 WIB, saksi mendengar suara ledakan dari dalam toko,” kata Rita, Kamis (13/8/2026).

Mendengar suara ledakan, saksi kemudian melihat asap mengepul dari jendela samping toko. Saksi selanjutnya memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lainnya.

Api yang berada di dalam toko kemudian semakin membesar. Dua saksi sempat berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya sembari meminta bantuan warga sekitar.

Namun, upaya tersebut belum berhasil menghentikan kobaran api. Warga kemudian menghubungi Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul dan Polsek Jetis.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIB. Proses pemadaman melibatkan empat unit mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, dua unit BPBD Kabupaten Bantul, serta satu unit PMI Bantul. Kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.30 WIB.

 

Kerugian Ditaksir Rp1,1 Miliar

Rita memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar.

“Kerugian bangunan toko diperkirakan sekitar Rp100 juta. Kemudian barang dagangan berupa sembako, minyak, sabun, beras, gula, makanan ringan, sampo, perabot rumah tangga, kosmetik, perlengkapan anak dan bayi, susu dan lainnya ditaksir sekitar Rp1 miliar,” jelasnya.

Dengan demikian, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Rita menambahkan, bangunan toko tersebut merupakan tempat yang disewa pemilik selama lima tahun. Sementara usaha toko sembako itu telah berjalan sekitar tiga tahun.

Korsleting Listrik

Polisi telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari pemilik toko dan sejumlah saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.

“Untuk penyebab kebakaran sementara diduga karena korsleting listrik. Namun, petugas masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait kejadian tersebut,” pungkas Rita. (Hadid Pangestu)