Tidak Ada Besi Cor Pada Tembok Roboh SDN Minomartani 2

Berita21 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.com – Konstruksi tembok SDN Minomartani 2 yang berada di sisi fasilitas umum warga RW 002 Perum Minomartani, Ngaglik, Sleman, diduga menjadi salah satu faktor penyebab robohnya tembok sehingga perlu diperiksa lebih mendalam. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan pondasi maupun besi cor sebagai penyangga yang memadai.

Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB tembok pembatas SDN Minomartani 2 roboh. Sebanyak 10 warga mengalami luka akibat kejadian tersebut.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, peristiwa terjadi ketika warga tengah beristirahat di sekitar lokasi seusai mengikuti jalan sehat dan senam untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Argo, tembok tiba-tiba roboh dan menimpa warga yang sedang berada di dekat bangunan tersebut.

“Warga yang berada di sekitar lokasi tertimpa tembok yang tiba-tiba roboh,” ujar Argo.

Sepuluh korban yakni ASAF (perempuan), S (64), KM (70), ADS (34), AN (31), FN (30), SL (40), serta L yang merupakan anak SL, seluruhnya merupakan warga Minomartani. Dua korban lainnya yakni LSAF (34), warga Mataram, NTB, dan BRIS (28), warga Selong, Lombok Timur.

Setelah kejadian, seluruh korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Sebanyak enam orang dirawat di RS Condongcatur, dua korban mendapat penanganan di RS Hermina, sedangkan dua lainnya dibawa ke RS UAD. Beberapa korban selanjutnya dirujuk untuk menjalani perawatan lanjutan.

Tembok Tua

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, polisi mencatat tembok yang ambruk memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang kurang lebih 20 meter. Bangunan tersebut menggunakan batako semen dan diperkirakan telah berdiri sejak 1980.

“Dari pemeriksaan sementara, tembok tidak dilengkapi pondasi dan besi cor penyangga yang memadai,” katanya.

Polisi juga memastikan saat tembok roboh tidak ada warga yang tengah melakukan aktivitas maupun bersentuhan langsung dengan bangunan tersebut. Adapun penyebab pasti ambruknya tembok masih didalami.

Petugas Polsek Ngaglik bersama tim gabungan telah melakukan pengamanan lokasi, olah TKP, serta proses evakuasi korban. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD dan Basarnas. Selain itu, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kejadian.

Pemkab Sleman menyatakan akan membantu menanggung biaya pengobatan seluruh korban. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman berencana membangun kembali tembok pembatas tersebut menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan aman.

Polisi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar bangunan, tembok, pagar, maupun fasilitas lain yang sudah berusia lama, terlebih jika terlihat mengalami kerusakan.

Pemilik maupun pengelola bangunan juga diminta rutin memeriksa kondisi konstruksi dan segera melakukan perbaikan apabila ditemukan bagian yang berpotensi membahayakan.

“Pemeriksaan dan pemeliharaan bangunan penting dilakukan untuk mencegah kejadian yang bisa mengancam keselamatan masyarakat,” pungkas Argo.  (Hadid Husaini)