Sleman Diproyeksikan Jadi Kota Perfilman

Sleman32 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman mulai mematangkan langkah untuk menjadikan Sleman sebagai Kota Perfilman. Salah satu upaya yang disiapkan yakni pembentukan Komisi Film Daerah sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri kreatif guna mengembangkan ekosistem perfilman di Bumi Sembada.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, gagasan tersebut muncul seiring dengan capaian Sleman yang masuk dalam lima besar kabupaten/kota terbaik tingkat nasional dalam perencanaan. Hal itu menjadi tuntutan bagi daerah untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan.

“Beberapa waktu lalu Sleman mendapatkan penghargaan kreativitas dan inovasi. Di tingkat nasional kita masuk lima besar untuk kategori kabupaten/kota, sedangkan di DIY berada di peringkat pertama,” ujar Harda, Jumat (22/8/2026).

Harda mengungkapkan, gagasan tersebut juga mendapat perhatian dari Menteri Ekonomi Kreatif yang menanyakan potensi unggulan Sleman yang dapat dikembangkan lebih lanjut. “Dari situ kami ditantang untuk terus menghadirkan inovasi. Saat bertemu Menteri Ekonomi Kreatif, saya diminta menyampaikan potensi apa yang bisa dikembangkan di Sleman,” katanya.

Sebagai jawabannya, Harda menawarkan Studio Alam Gamplong sebagai pusat pengembangan industri film. Kawasan wisata yang selama ini dikenal sebagai lokasi syuting berbagai film nasional itu dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan perfilman berkonsep mini Hollywood.

Selain didukung lokasi yang representatif, Sleman juga memiliki sumber daya manusia yang dinilai siap menopang industri tersebut. Melalui program Beasiswa Sleman Pintar, banyak mahasiswa menempuh pendidikan di bidang perfilman dan industri kreatif, termasuk di Universitas Amikom Yogyakarta dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).

Harda menyebut, terdapat sekitar 500 mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan pada bidang terkait perfilman. Ke depan, jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah dan menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan industri kreatif di Sleman.

Ia menambahkan, pengembangan industri perfilman juga menjadi salah satu solusi dalam menciptakan lapangan kerja baru. Menurutnya, peluang menjadi aparatur sipil negara (ASN) semakin terbatas sehingga masyarakat perlu didorong untuk memasuki sektor-sektor ekonomi kreatif yang lebih menjanjikan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan pembentukan Komisi Film Daerah dapat rampung dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan selesai pada Agustus ini. Komisi tersebut nantinya akan berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam menyusun arah kebijakan pengembangan industri perfilman, sekaligus menjadi ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, dan para pelaku film agar program yang dijalankan berjalan sesuai tujuan.

“Komisi Film Daerah akan menjadi acuan dalam pengembangan Kota Film di Sleman. Forum ini juga menjadi tempat berdiskusi bersama para pelaku perfilman sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan terarah,” pungkas Harda. (Hadid Pangestu)