Setahun Beroperasi Pascarevitalisasi, Kunjungan ke Pasar Godean Capai 1.000 Orang Per Hari

Sleman32 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.COM – Pasar Godean di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) genap satu tahun beroperasi kembali pasca-revitalisasi. Setelah setahun berjalan, tingkat kunjungan masyarakat di Pasar Godean menunjukkan perkembangan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memprediksi jumlah pengunjung Pasar Godean sekitar 800-1.000 orang per hari. Jumlah tersebut diambil berdasarkan data catatan parkir Pasar Godean pada September 2026.

“Menurut data kunjungan catatan parkir di gedung parkir Pasar Godean pada September 2026, per harinya ada pendapatan sekitar Rp1,9 jutaan, untuk tarif parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp3.000. Sehingga kesimpulan kami, prediksi kunjungan di Pasar Godean sekitar 800-1.000 orang perhari,” ujar Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, belum lama ini.

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah total pedagang Pasar Godean yang mencapai sekitar 1.400 orang, sebaran pengunjung masih menjadi tantangan tersendiri bagi pasar yang diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.

Bandang tak menampik ada sejumlah klaster atau area pedagang tertentu di Pasar Godean yang kurang dilalui oleh pengunjung.

“Karena memang akses masuk ke Pasar Godean agak tersentral dari utara, sehingga sebaran pengunjung jadi kurang (merata),” katanya.

Kendati demikian, Disperindag Kabupaten Sleman tidak tutup mata. Pihaknya melakukan sejumlah intervensi untuk mendorong pemerataan sebaran pengunjung, salah satunya dengan membuka ruang parkir kendaraan roda dua di sebelah barat.

“Awal tahun (2026) kemarin ada evaluasi, kemudian kami berusaha membuka ruang parkir kendaraan roda dua di sebelah barat, tepatnya di halaman Pasar Godean. Itu cukup membantu pedagang yang ada di klaster kelontong dan fashion agar dilalui pengunjung. Harapannya, pengunjung yang lewat bisa tertarik (berbelanja) barang-barang,” jelas dia.

Lebih lanjut, Badang menyebut masih ada beberapa kendala teknis yang dihadapi Disperindag Kabupaten Sleman dalam pengelolaan Pasar Godean. Salah satunya adalah aset gedung Pasar Godean belum diserahkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Akibatnya belum semua kios di Pasar Godean bisa buka.

Pihaknya juga menemui kendala dalam menata ulang desain ruang beberapa kios sesuai kebutuhan pedagang.

“Misalnya pedagang emas atau kelontong yang punya dua kios dan masih ada sekatnya. Nah itu perlu direkayasa dengan menjebol temboknya agar biaya operasional dari pedagang kecil. Karena kalau dua kios buka, tentu pelayanan dan pengamanan membutuhkan sumber daya lebih besar,” paparnya.

“Hal-hal seperti itu yang masih jadi kendala di Pasar Godean,” imbuhnya.

​Di tengah keterbatasan tersebut, Disperindag Sleman juga terus mendorong para pedagang Pasar Godean untuk melakukan strategi digital marketing (pemasaran digital). Sejumlah pedagang dikatakan telah mulai menggunakan aplikasi WhatsApp guna melayani pesanan dari pelanggan setia. Hal itu demi menjaga basis langganan agar tidak beralih ke pasar lain. (Dewi Rukmini)