Progres Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Capai 90 Persen

Sleman19 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction Sleman terus dikebut menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Hingga saat ini, progres pembangunan ruas tol tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.

Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Agung Muhardjanto, mengatakan pihaknya menargetkan pekerjaan konstruksi dapat rampung sehingga ruas tersebut bisa dimanfaatkan secara fungsional saat periode Nataru.

banner 336x280

Menurut Agung, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Di antaranya pemasangan rigid pavement pada bagian elevated, pengaspalan, pembangunan gerbang, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta rambu-rambu lalu lintas.

“Itu (fungsional) target kita sebagai konstruksi. Kalau kewenangannya berada di Jasa Marga, kita mengejar target konstruksinya,” kata Agung saat ditemui, Kamis (3/9/2026).

Agung menjelaskan, apabila ruas tol tersebut dapat difungsikan saat Nataru, keberadaannya diharapkan membantu memperlancar arus kendaraan, baik yang menuju maupun keluar dari wilayah DIY.

Dengan demikian, pengguna jalan diharapkan dapat mencapai tujuan perjalanan dengan lebih cepat. Namun, sebelum memasuki tahap operasional, jalan tol terlebih dahulu dapat dimanfaatkan dalam status fungsional.

“Sehingga pengguna sedapat mungkin secara cepat bisa menuju destinasi yang dituju. Tahapannya kan fungsional dulu, baru operasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila ruas tol akan difungsikan, berbagai fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari konstruksi harus dipastikan tersedia dan memenuhi kebutuhan untuk menunjang penggunaan jalan.

Untuk penerangan, misalnya, proyek tersebut akan dilengkapi dengan PJU permanen.

Selain itu, Agung menjelaskan keberadaan akses Kronggahan memiliki fungsi sebagai feeder atau jalur penghubung yang membantu akses menuju kawasan Kota Jogja maupun jaringan Tol Jogja-Bawen.

“Kalau Kronggahan ini sifatnya feeder atau pembantu Tol Jogja-Bawen untuk keluar ke Kota Kronggahan. Jogja-Solo Kronggahan ketika masuk nanti keluarnya Magelang di Banyurejo,” ujarnya.

Menurutnya, akses tersebut nantinya dapat digunakan untuk keluar maupun masuk meskipun statusnya masih dalam tahap fungsional.

Adapun Tol Jogja-Solo Paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction Sleman memiliki panjang sekitar 3,2 kilometer. Nilai investasi untuk pembangunan ruas tersebut mencapai sekitar Rp1,7 triliun. (Hadid Pangestu)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *