Profesi Barista Menjanjikan

Kota Jogja43 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM –Gerai kopi hingga kafe modern yang tumbuh subur serta menjamurnya street coffee di berbagai sudut Kota Jogja telah membuka peluang kerja yang luas. Hal ini membuat animo generasi muda terhadap profesi barista juga meningkat.

​”Kalau kami lihat sekarang di beberapa perempatan di Jogja, street coffee sudah banyak berkembang. Ini tentu menjadi peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan skill dan kemampuan mereka,” ujar Manajer Kemitraan LKP Duta Persada Gebian Rido Sadewa saat ditemui di sela-sela Uji Kompetensi Barista, Selasa (27/10/2026).

banner 336x280

Ada belasan anak muda dari berbagai latar belakang di Kota Jogja yang mengikuti uji kompetensi barista di LKP Duta Persada. Kegiatan itu menjadi langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja profesional bersertifikat, baik di pasar domestik maupun global.

​Gebian menjelaskan, kurikulum pelatihan di LKP  Duta Persada dirancang secara komprehensif dari hulu ke hilir. Peserta tidak hanya diajarkan teknik penyeduhan kopi, tetapi juga dikenalkan dengan karakter biji kopi dan proses pascapanen di hulu.

Selain itu, program tersebut juga diintegrasikan dengan sektor perhotelan melalui pelatihan food service, sehingga memperluas spektrum penyerapan kerja lulusan. ​Setelah menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan, para peserta langsung disalurkan ke program job training di hotel-hotel berbintang empat dan lima di Yogyakarta maupun di berbagai mitra coffee shop.

​”Setelah job training, proses selanjutnya adalah akses kerja, baik di dalam maupun di luar negeri. Di dalam negeri, mayoritas lulusan kami mulai dari casual, daily worker, hingga kini banyak yang sudah menduduki posisi staf,” katanya.

​Tidak hanya di pasar lokal, peluang berkarier ke luar negeri juga terbuka lebar. LKP Duta Persada mencatat telah memberangkatkan sejumlah barista lulusannya secara legal ke beberapa negara tujuan, seperti Arab Saudi (Jeddah), Qatar, Brunei Darussalam, dan kawasan Asia lainnya.

​ Master Penguji dari Lembaga Sertifikasi Barista (LSK Barista), Gus Pranto, menegaskan pentingnya sertifikasi bagi tenaga kerja di industri kopi modern. Uji kompetensi itu terbagi menjadi dua komponen utama, yakni ujian teori dengan bobot 30 persen dan ujian praktik sebesar 70 persen untuk level 3.

​”Ujian praktik dibagi menjadi dua, yaitu penggunaan mesin espresso untuk membuat produk turunan seperti latte dan cappuccino, serta metode manual brew menggunakan alat non-mesin seperti V60 dan Aeropress,” jelas dia.

​Menurut dia, kepemilikan sertifikat kompetensi kini menjadi nilai tawar yang krusial di dunia kerja. Terlebih, pemerintah melalui kementerian terkait tengah menggenjot program penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri dengan proyeksi kebutuhan yang masif hingga 2028.

​”Untuk tahun ini saja, target penyerapan barista bersertifikasi di Jawa Tengah dan DIY sekitar 2.000 orang. Sementara secara nasional, khusus di LSK Barista sendiri, tahun ini kami telah mensertifikasi sekitar 3.000 peserta dari seluruh Indonesia,” paparnya.

​Gus Pranto menambahkan, antusiasme masyarakat Jogja terhadap sertifikasi barista tergolong sangat tinggi karena profesi itu dinilai memiliki prestise tersendiri di kalangan anak muda. Kendati demikian, pembatasan jumlah peserta per angkatan tetap diberlakukan demi menjaga efektivitas pelatihan dan ketercukupan fasilitas praktik. Dikatakan, setiap angkatan pelatihan dan uji kompetensi sertifikasi barista diikuti sekitar 15-20 orang.

​”Animo anak muda untuk go international juga semakin meningkat seiring dinamika ekonomi saat ini. Sertifikasi resmi ini menjadi modal utama agar mereka siap bersaing, baik di panggung lokal, nasional, maupun global,” tandasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *