Polisi Beberkan Skema Rekayasa Lalu Lintas Jelang WJNC 2026 di Malioboro

Kota Jogja43 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.COM – Gelaran tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 dalam rangka puncak peringatan HUT ke-270 Kota Jogja dipastikan menyuguhkan suasana baru. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karnaval megah itu akan dipusatkan di sepanjang kawasan Malioboro Kota Jogja, pada Rabu (7/10/2026).

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jogja telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan di sejumlah titik krusial sekitar kawasan Malioboro. Skema rekayasa lalu lintas itu disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas dan menjaga kelancaran acara.

banner 336x280

Kaur Bin Opsnal (KBO) Satlantas Polresta Jogja, Iptu Atin Indranata, memaparkan bahwa sterilisasi kawasan Malioboro akan dimulai sejak siang hari.

“Penutupan akan kami awali dari utara Hotel De Djokja mulai pukul 13.00 WIB. Jadi semua kendaraan yang mau memasuki Malioboro, baik dari Jalan Mataram maupun Jalan Abu Bakar Ali, akan kami alihkan ke Jalan Pasar Kembang,” papar Iptu Atin di Balaikota Jogja, Senin (5/10/2026).

Dia melanjutkan, penutupan mulai pukul 13.00 WIB tersebut juga berlaku untuk sirip-sirip jalan yang mengarah ke kawasan Malioboro. Di antaranya Jalan Sorowijayan, Jalan Beskalan, Jalan Dagen, Jalan Suryatmajan serta sirip-sirip di timur dan barat sepanjang Jalan Malioboro. Langkah ini diambil karena rangkaian kegiatan karnaval sudah mulai tersusun dari depan Gedung DPRD DIY hingga ke ujung utara jalan.

Sementara itu, untuk kawasan Titik Nol Kilometer akan dimulai penutupan total pada pukul 17.00 WIB. Penutupan bakal dimulai dari Simpang Tiga PKU Muhammadiyah, perempatan Gondomanan, dan Simpang Tiga Pangurahan.

Selain penutupan jalan, skema pengalihan arus lalu lintas juga bakal diterapkan di sejumlah jalan penyanggah sekitar kawasan Malioboro yang terimbas gelaran tersebut. Antara lain di Simpang Ngabean, Simpang Jalan Ibu Ruswo, hingga seputaran Mandala Krida, dan Kridosono.

Atin menuturkan, pengalihan tentatif akan dilakukan apabila terjadi penumpukan kendaraan di ruas Jalan KH Ahmad Dahlan. Jika kepadatan meningkat, kendaraan yang mengarah ke Titik Nol Kilometer akan dibuang ke arah barat maupun selatan.

​”Kendaraan yang menuju Titik Nol akan kita seleksi secara prioritas. Pada tahap awal, jalur ini hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua,” ujar dia.

​Penerapan selektif prioritas serupa juga diberlakukan di Simpang Tiga Jalan Ibu Ruswo. Akses tersebut difokuskan bagi sepeda motor milik pengunjung atau masyarakat yang hendak menuju ke kawasan Alun-alun Utara.

​Perhatian khusus turut diberikan pada kawasan seputaran Stadion Mandala Krida dan Kridosono Kotabaru. Hal itu menyusul adanya imbas pengerjaan rekonstruksi Jembatan Kewek yang berpotensi menambah beban lalu lintas.

​Guna mengurai potensi kemacetan di kawasan itu, Satlantas Polresta Jogja akan memberlakukan sistem buka-tutup di Simpang Tiga Kridosono yang mengarah ke Jalan Abu Bakar Ali.

​”Rekayasa itu bersifat situasional. Apabila arus lalu lintas jalan di utara Hotel De Djokja sudah sangat padat dan kendaraan tidak bergerak, maka penguraian akan kami mulai dari Simpang Tiga Legend untuk mengurangi beban arus yang menuju Jalan Pasar Kembang,” jelasnya.

​Adapun setelah gelaran WJNC selesai, arus lalu lintas di kawasan Taman Parkir Senopati akan diberlakukan skema contraflow. Kebijakan itu diterapkan agar kendaraan pengangkut rombongan peserta karnaval yang bergerak ke arah barat dan timur tetap bisa mengakses area parkir Senopati tanpa terhambat penutupan jalur utara.

​Atin menambahkan, pihak kepolisian akan memasifkan sosialisasi peta rekayasa lalu lintas melalui berbagai media sosial resmi milik Satlantas Polresta Jogja.

​”Langkah ini kami lakukan agar minimal satu hari sebelum pelaksanaan, masyarakat sudah mengetahui persis titik penutupan maupun jalur alternatif. Dengan begitu, warga dan wisatawan yang hendak menyaksikan WJNC 2026 bisa berangkat lebih awal serta menentukan tempat parkir yang telah disediakan,” pungkasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *