Perempuan Cenderung Ingin Kuliah di Perguruan Tinggi

Sleman25 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Ada fenomena menarik di Kabupaten Sleman, di mana mayoritas laki-laki cenderung memilih langsung terjun ke dunia kerja atau membuka usaha begitu lulus sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/SMK). Sedangkan, mayoritas lulusan perempuan cenderung berkeinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Menanggapi fenomena itu, Ketua Komisi C DPRD Sleman Bambang Sigit Sulaksono mengimbau kepada seluruh lulusan baru yang tidak melanjutkan kuliah untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan di BLK atau LPK, guna meningkatkan kompetensi diri. “Bagi anak-anak yang tidak melanjutkan kuliah dan ingin langsung bekerja, silakan manfaatkan program di Disnaker dan BLK untuk upgrade skill. Selain untuk memenuhi kebutuhan industri lokal, di mana perusahaan di Sleman juga kami minta memprioritaskan warga lokal. Pelatihan itu juga diarahkan agar masyarakat mampu berwirausaha mandiri, seperti di sektor UMKM kuliner dan pengolahan pangan yang sedang berkembang pesat di Sleman,” kata Bambang dalam acara talkshow Sleman Bertumbuh di Omah Tobong Sleman, pada Selasa (22/9/2026).

banner 336x280

Sigit juga mendukung penuh terhadap program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keterampilan kerja yang dilakukan Pemkab Sleman. Ia menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang seimbang antara pembangunan fisik infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Bambang, di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi saat ini, pemerintah daerah wajib hadir memberikan ruang pelatihan berbasis wirausaha bagi para lulusan muda. Langkah itu dinilai strategis untuk menekan angka pengangguran serta meminimalisir potensi permasalahan sosial di masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi pemberdayaan ekonomi dan keterampilan masyarakat harus berjalan seimbang. Jika ekonomi lesu dan keterampilan tidak digarap serius, angka pengangguran akan berdampak pada kerawanan sosial. Karena itu, DPRD Sleman mendukung penuh penganggaran pelatihan kerja dan peningkatan skill,” tegas Bambang Sigit.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan banyak lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi yang niat kerjanya tinggi, tetapi ketika mendaftar di perusahaan, kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Misal keahliannya otomotif, tetapi industri sedang membutuhkan digital marketing atau content management. Karena itu, Pemkab Sleman fokus melakukan pendampingan upskilling dan reskilling.

Tren kebutuhan industri saat ini, kata Danang, menuntut calon tenaga kerja siap pakai tanpa harus melewati proses pelatihan awal dari nol yang memakan waktu dan biaya produksi. “Oleh karena itu, Pemkab Sleman berkomitmen menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan tren pasar, seperti pemasaran digital, pembuatan konten kreatif, pengoperasian drone, hingga keahlian tata boga seperti barista kopi. Keterampilan praktis itu bisa langsung menjawab kebutuhan pasar saat ini,” ucapnya.

Danang menambahkan, pelatihan tidak hanya disiapkan agar masyarakat dapat terserap di perusahaan. Namun hal itu juga bertujuan untuk membentuk kemandirian berwirausaha. Dikatakan, guna mempermudah akses masyarakat, Disnaker Sleman telah menyediakan layanan informasi lowongan kerja dan pendaftaran pelatihan secara berkala yang didampingi langsung oleh petugas berkompeten.

“Saya mengimbau para pencari kerja di Sleman untuk aktif memanfaatkan layanan informasi ketenagakerjaan serta pendaftaran pelatihan gratis yang disediakan Disnaker Sleman melalui kanal resmi dan BLK,” katanya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed