Pemuda Katolik dan Bawaslu Perkuat Pendidikan Politik Anak Muda

Uncategorized10 Dilihat
banner 468x60

JOGJA – Pemuda Katolik Komisariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Komda DIY) dan  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DIY menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) melakukan pendidikan politik bagi  anak muda. Kerjasama ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan politik partisipatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran, literasi politik, serta partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

banner 336x280

Kerja sama tersebut dilandasi oleh semangat membangun budaya demokrasi yang sehat melalui pendidikan politik yang berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, kolaborasi ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman masyarakat bahwa demokrasi merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dijaga bersama.

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, mengatajan DIY memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain. Sebagai kota pendidikan yang menjadi tujuan ribuan mahasiswa dan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia, DIY menghadapi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pengawasan pemilu. Tantangan tersebut, di antaranya memastikan setiap warga negara tetap memperoleh dan menggunakan hak pilihnya secara optimal.

Menurut dia, tingginya mobilitas mahasiswa dan pelajar menjadi perhatian penting karena mereka merupakan bagian dari pemilih yang memiliki kontribusi besar terhadap kualitas demokrasi. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan politik dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi secara aktif dalam setiap proses demokrasi.

Ketua Pemuda Katolik Komda DIY, Pancratius Rio Mayrolla, menegaskan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara Pemuda Katolik Komda DIY dan Bawaslu DIY dalam menghadirkan pendidikan politik yang lebih dekat dengan generasi muda.

Ia menyampaikan bahwa politik tidak boleh dipahami hanya sebatas aktivitas memberikan suara di bilik pemungutan suara pada saat pemilu. Politik merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan tanggung jawab sebagai warga negara, kepedulian terhadap kepentingan bersama, serta keterlibatan dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang demokratis.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan pendidikan politik yang mampu membangun karakter dan kesadaran kaum muda untuk menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Pemuda Katolik, “_Pro Ecclesia et Patria_  untuk Gereja dan Negara” yang mengajarkan bahwa pengabdian kepada bangsa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari panggilan sebagai warga negara,” ujarnya.

Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani kedua belah pihak mencakup berbagai bentuk kolaborasi, antara lain penyelenggaraan pendidikan politik bagi kaum muda, khususnya di lingkungan Gereja Katolik, pelaksanaan program magang yang memberikan pengalaman praktis mengenai kepemiluan dan demokrasi, serta pelibatan Bawaslu DIY dalam berbagai program kerja yang diselenggarakan oleh Pemuda Katolik Komda DIY.

Selain itu, kedua institusi sepakat untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan dalam mengembangkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat literasi demokrasi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kesadaran politik dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga negara dan organisasi kepemudaan dalam memperluas jangkauan pendidikan politik kepada masyarakat. Dengan melibatkan kaum muda sebagai agen perubahan, diharapkan tercipta ruang-ruang pembelajaran demokrasi yang lebih inklusif, partisipatif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan kehidupan politik di era modern.

Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini, Pemuda Katolik Komda DIY dan Bawaslu DIY menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat demokrasi melalui pendidikan politik yang berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat, memperkuat budaya demokrasi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, persatuan, dan kehidupan berbangsa yang bermartabat. (Inu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *