Pelatihan Content Creator dan Digital Marketing Paling Diminati

Sleman46 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman mencatat minat generasi muda terhadap pelatihan kerja, khususnya bidang content creator dan digital marketing, mengalami lonjakan drastis. Lonjakan jumlah pendaftar di bidang pelatihan itu mencerminkan tingginya antusiasme angkatan kerja muda dalam meningkatkan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja digital saat ini.

Fenomena tersebut pun melatarbelakangi berbagai program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kini terus digenjot Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk menekan angka pengangguran terbuka di wilayahnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan, Disnaker Sleman menyediakan berbagai paket pelatihan teknis di Balai Latihan Kerja (BLK) maupun Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Total ada sebanyak 11 kejuruan atau bidang pelatihan, mulai dari tata busana, tata rias, teknik elektronika, bisnis pemasaran, garment apparel, pengolahan hasil pertanian, otomotif, teknologi mekanik, teknik bangunan, hingga pelatihan di bidang digital.

Dari belasan kejuruan yang dibuka, kelas content creator dan digital marketing menjadi program yang paling banyak diserbu pendaftar. “Dari sekian banyak kejuruan, yang sangat tinggi peminatnya saat ini adalah content creator dan digital marketing. Banyak anak-anak muda yang mendaftar. Sebagai gambaran, pada pelatihan digital marketing sebelumnya, pendaftar mencapai 400 orang, sementara kuota yang tersedia melalui pendanaan APBN hanya untuk 72 peserta,” ungkapnya belum lama ini.

Melihat tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat, Disnaker Sleman pun menyesuaikan porsi kelas untuk bidang digital tersebut agar dapat menampung lebih banyak peserta muda.
“Satu kuota kelas atau paket pelatihan rata-rata diisi 12 hingga 16 orang. Karena kebutuhan yang sangat tinggi, untuk content creator dan digital marketing porsinya kami perbanyak, misalnya dibuka hingga dua angkatan, sementara kejuruan lain satu angkatan,” paparnya.

Epiphana menjelaskan bahwa durasi masing-masing pelatihan bervariasi. Untuk program pelatihan di LPK dikatakan berlangsung selama 12 hari atau 100 jam pelajaran. Sedangkan, program pelatihan di BLK berlangsung hingga 21 hari sampai satu bulan.

Tak hanya mendapatkan peningkatan skill, peserta yang lulus pelatihan juga berkesempatan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesionsal (BNSP). Sertifikat itu menjadi nilai tambah krusial karena meningkatkan peluang pencari kerja untuk diterima di dunia industri.

Selain membekali keterampilan teknis (hard skill), Pemkab Sleman juga menekankan pentingnya pembentukan karakter, etika kerja, dan mentalitas atau soft skill bagi para calon tenaga kerja, khususnya generasi Gen Z yang mendominasi angkatan kerja baru.

“Tantangan utama di lapangan saat ini sering kali ada pada karakter. Pengembangan teknologi bisa diikuti, tetapi pembentukan karakter seperti kedisiplinan, kemampuan berkolaborasi, inovasi, serta rasa saling menghormati di lingkungan kerja itu sangat krusial. Dalam budaya kita, menghormati sesama dan yang lebih tua adalah prinsip utama yang mencegah terjadinya konflik di dunia kerja,” jelas dia.(Dewi Rukmini)