Panel Surya Jadi Langkah Awal Mendorong Perubahan

Kota Jogja24 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM – Panel surya menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan menuju sistem pertanian perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

“Ya, ini perubahan kecil. Walaupun kecil, harapannya bisa besar,” ujar Ketua Kadin Kota Jogja, Eko Sutrisno, Senin (13/10/2026).

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Jogja mendukung pengembangan pertanian perkotaan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan berupa panel surya di Taman Guyub Rukun, Semaki Gede, Umbulharjo, Kota Jogja. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong pertanian perkotaan yang lebih ramah lingkungan sekaligus menunjang pengembangan wellness tourism dan ekowisata di Kota Jogja.

Eko berharap penerapan teknologi energi terbarukan tersebut dapat diperluas ke kelurahan lain. Dengan demikian, masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu, bisa memperoleh manfaat dari penggunaan teknologi yang mendukung kegiatan pertanian.

Selain mendorong pemanfaatan energi terbarukan, Kadin berupaya memperkuat pemasaran produk lokal sebagai bagian dari pengembangan wellness tourism dan ekowisata di Kota Jogja. Salah satu produk yang menjadi perhatian ialah olahan bunga telang dari warga Semaki Gede.

Kadin berencana mendukung perbaikan kemasan agar produk lebih tahan lama dan memiliki daya saing di pasar.
“Kadin akan membantu packaging supaya lebih awet, sehingga perizinannya resmi dan dipasarkan lebih bagus,” jelas Eko.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Eny Sulistyowati, menilai penggunaan panel surya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus menekan biaya operasional. “Menghemat biaya yang sangat luar biasa,” katanya.

DPP Kota Jogja juga mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan di Taman Guyub Rukun melalui keberadaan berbagai jenis tanaman. Pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan yang tersedia sebagai ruang produktif untuk bercocok tanam.

Eny menegaskan, keterbatasan lahan di Kota Jogja tidak seharusnya menjadi hambatan bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan pertanian. Optimalisasi ruang yang tersedia dinilai dapat membantu menjaga keberlangsungan pertanian perkotaan.

Selain itu, DPP Kota Jogja selama ini memberikan dukungan kepada kelompok tani, termasuk bantuan media tanam yang kini semakin sulit diperoleh. Melalui kolaborasi pemerintah, Kadin, dan masyarakat, pengembangan pertanian perkotaan diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui produk olahan lokal yang berkelanjutan.

Pengelola Swadaya Taman Guyub Rukun, Winarsih, menyambut baik dukungan terhadap kegiatan pertanian hidroponik yang dikelola kelompok ibu-ibu di wilayahnya. Ia berharap pemanfaatan panel surya dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain untuk mengembangkan pertanian dengan dukungan energi terbarukan. “Panel surya ini inovasi terbarukan walaupun kecil menguasai masyarakat,” ujarnya.

Winarsih mengungkapkan, produksi pertanian di Taman Guyub Rukun saat ini masih terbatas. Kendati demikian, kelompoknya berupaya meningkatkan nilai tambah hasil panen melalui pengolahan menjadi berbagai produk.

Hasil panen untuk konsumsi sehari-hari umumnya telah terserap oleh warga sekitar. Sementara itu, sejumlah produk olahan mulai dipasarkan dan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Untuk konsumsi, hasil panenan habis di warga. Tapi kami juga ada produk bernilai ekonomi. Alhamdulillah pemasarannya sudah bagus, kami perizinan PIRT dan halal masih dalam proses,” katanya.

Beragam produk telah dikembangkan kelompok tersebut, terutama olahan bunga telang. Produk yang dihasilkan meliputi infused water, rempah kering siap minum, stik keju, hingga nasi langgi.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Kadin Kota Jogja berencana membantu promosi produk Kelompok Wanita Tani (KWT) tersebut dengan mengikutsertakannya dalam sejumlah pameran di Jakarta. (Hadid Husaini)