Muhammadiyah Beradaptasi untuk Menghadirkan Layanan Sesuai Kebutuhan Zaman

Sleman40 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan, selama 114 tahun perjalanannya, Muhammadiyah terus bergerak melalui berbagai amal usaha, baik di bidang ekonomi, dakwah, maupun pendidikan. Dinamika masyarakat Indonesia yang beragam menuntut Muhammadiyah untuk terus beradaptasi dan menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Menurut Haedar, pembangunan SMP dan SMA Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) merupakan salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Oleh karena itu, pengelolaan lembaga pendidikan tersebut harus dipersiapkan secara matang agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

“Pendidikan menjadi pilar strategis dalam membangun bangsa. Saya yakin kita siap untuk ke sana. Mudah-mudahan ini menjadi penanda kemajuan pendidikan bagi umat dan bangsa,” ujar Haedar ketika ground breaking pada Rabu (21/10/2026) di kawasan Titi Bumi, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman.

Haedar juga menekankan, kontribusi Muhammadiyah tidak hanya ditujukan bagi warga persyarikatan, tetapi juga untuk kemaslahatan masyarakat luas dan kemanusiaan. “Muhammadiyah tidak hanya untuk Muhammadiyah, tetapi untuk kemaslahatan bangsa dan manusia semesta. Setiap perbuatan baik menjadi inspirasi bagi kita untuk terus bergerak lebih maju,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Sapen Universal School, Bachtiar Dwi Kurniawan mengatakan,  pihaknya tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan penunjang untuk mewujudkan pendirian MSUS sesuai amanah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kehadiran sekolah ini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menyediakan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat dengan standar bertaraf internasional yang berlandaskan semangat Islam Berkemajuan.

“Amanah dari UMY kami persiapkan dengan memastikan berbagai kebutuhan penunjang berdirinya SMP MSUS. Ini menjadi bagian dari mimpi Muhammadiyah untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat, dengan kualitas bertaraf internasional yang berjangkar pada spirit Islam Berkemajuan,” ungkap Bachtiar.

Ia berharap peserta didik MSUS nantinya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Melalui sistem pendidikan yang dikembangkan, MSUS diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Bachtiar menjelaskan, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap, dimulai dari jenjang SMP dan kemudian SMA di lokasi yang sama. Pihaknya juga menargetkan percepatan pembangunan agar fasilitas pendidikan dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal.

Pembangunan Gedung

Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, pembangunan sekolah tidak sekadar berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

“Momentum peletakan batu pertama ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan gedung sekolah. Lebih dari itu, kita sedang membangun harapan, menyiapkan masa depan, dan menanamkan fondasi bagi kemajuan masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Harda menambahkan, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Kualitas sumber daya manusia, karakter masyarakat, serta kemampuan generasi muda dalam beradaptasi dan menciptakan solusi menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu daerah.

Ia berharap kehadiran SMP dan SMA MSUS dapat memperluas pilihan layanan pendidikan bagi masyarakat Sleman sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus menantang, tempat anak-anak merasa aman untuk belajar, tidak takut melakukan kesalahan, dan mampu menjadikan setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.(Wisnu Wardhana)