JK Tegaskan PMI Tak Hanya Fokus Tanggap Darurat, Tapi Juga Cegah Bencana

Kota Jogja28 Dilihat

JOGJA, JANASVARA.COM – Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Muhammad Jusuf Kalla (JK), menekankan pentingnya penguatan operasi kemanusiaan dan pergeseran fokus PMI ke arah pencegahan bencana di tengah maraknya musibah yang sedang melanda berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu disampaikan JK, sapaan akrabnya, saat menghadiri pelantikan Badan Kehormatan dan Pengurus PMI DIY periode 2026-2031 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Minggu (13/9/2026).

Pada kesempatan itu, JK sempat menyoroti sejumlah bencana alam terjadi secara bersamaan di Tanah Air. Mulai dari banjir bandang di Aceh dan Sumatera Utara yang kini masih dalam masa pemulihan, gempa bumi yang melanda NTT, kekeringan yang mengancam Jawa dan pulau lainnya, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Menurut JK, semua kejadian itu membutuhkan perhatian dan partisipasi bersama. Maka demikian, PMI dikatakan terus bergerak aktif menerjunkan bantuan ke berbagai titik lokasi. Di antaranya bantuan air bersih untuk wilayah kekeringan, hingga relawan, logistik, dan tim dokter di lokasi bencana.

“Ya seperti yang Anda lihat, pada kekeringan kami mengerahkan hampir 200 tangki (air bersih) ke seluruh Indonesia. Kemudian di NTT, kami kirimkan logistik, relawan, dan tim dokter. Semuanya membutuhkan perhatian, partisipasi, dan kemampuan bersama,” ucap Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa Indonesia berada di wilayah ring of fire atau wilayah bahaya bencana alam maupun bencana akibat kelalaian manusia. Karena itu, ia mengimbau agar PMI dan masyarakat tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga memprioritaskan langkah pencegahan.

​”Prinsip kami, lebih baik mencegah daripada membantu menyelesaikan. PMI sekarang bergerak juga bagaimana agar bencana tidak timbul. Bencana akibat konflik dicegah dengan toleransi dan perdamaian, sedangkan bencana alam seperti banjir dan longsor kami cegah melalui gerakan penghijauan lingkungan,” ungkapnya.

JK sempat menyinggung soal kesiapsiagaan stok darah nasional, khususnya di DIY. Dikatakan setelah meninjau Unit Donor Darah (UDD) PMI di Jogja, JK memastikan bahwa pelayanan dan persediaan darah berada dalam kondisi aman dan memadai.

​”UDD di sini sangat bagus, hari Minggu pun tetap bekerja dan terbuka 24 jam. Persediaan darah secara umum cukup untuk kebutuhan tiga hari ke depan. Darah adalah kebutuhan vital yang tidak bisa diciptakan oleh teknologi atau profesor manapun, melainkan hanya melalui kepedulian donor antarmanusia,” pungkasnya.(Dewi Rukmini)