Dewan Minta Produksi Jagung Digenjot dan Akses SPHP Perluas

Berita15 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.com – Anggota Komisi A DPRD DIY, Sofyan Setya Darmawan meminta Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat peternak bisa diturunkan. Caranya dengan menurunkan harga pakan.

Hal itu diungkapkan Sofyan Setya Darmawan saat menerima ratusan peternak se-DIY yang tergabung dalam Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) pada Senin (10/8/2026). Audiensi tersebut dilakukan usai para peternak menggelar aksi protes dengan membagikan 1.600 ayam petelur afkir di depan Kantor DPRD DIY.

banner 336x280

Dalam audiensi itu, para peternak ayam petelur mengungkapkan keluh kesah terkait tingginya biaya pakan yang berbanding terbalik dengan anjloknya harga jual telur di pasaran selama beberapa bulan terakhir.

​”Kalau harga telurnya dinaikkan, nanti tentu masyarakat yang teriak. Sepanjang telur ini sudah ada di harga keekonomian yang terjangkau, ya harus dipertahankan. Tugas pemerintah berikutnya adalah bagaimana harga pokok produksinya ini yang diturunkan, dan faktor paling dominan adalah pakan,” ucap Sofyan ditemui usai audiensi, Senin.

Menurut dia, pemerintah perlu mencermati secara serius ketersediaan bahan baku lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pembuat pakan yang masih impor dan terdampak lonjakan harga akibat kurs mata uang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketersediaan jagung sebagai bahan utama pembuat pakan ternak ayam.

Sofyan menilai produksi jagung perlu ditingkatkan agar bisa menekan harga di tingkat peternak. Jika produksi jagung lokal meningkat, maka harga di tingkat petani dapat ditekan secara ideal tanpa merugikan mereka, sekaligus meringankan beban peternak.

Dikatakan saat ini harga jagung di tingkat peternak melambung hingga Rp8.000 per kg. Sedangkan, Bulog  menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp6.400 per kg dan disalurkan ke peternak seharga Rp5.000 per kg berkat subsidi.

Dia juga merekomendasikan pemerintah agar memperluas jangkauan penerima subsidi Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung dari Bulog yang dialokasikan untuk para peternak di DIY. Mengingat, saat ini baru ada 79 peternak yang menerima subsidi tersebut.

​”Penerima SPHP jagung mohon ditingkatkan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah. Saat ini kan baru ada sekitar 79 peternak yang menerima. Kami minta jumlahnya ditambah, walau ini kewenangan pusat melalui APBN dan Bulog. Di saat yang sama, dinas pertanian juga harus mengkaji peningkatan produksi jagung lokal agar harganya terjangkau oleh pabrikan maupun peternak,” jelas Sofyan.

​Di sisi lain, Sofyan juga menilai perlu ada kampanye peningkatan konsumsi telur secara masif di tengah masyarakat. Lantaran, ketersediaan telur di DIY saat ini masih sangat melimpah dan belum terserap optimal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Harga telur kan sudah terjangkau, tinggal kemudian mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi telur,” pungkasnya. (Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *