Desa Wisata di Sleman Diarahkan Jadi Benteng Pelestarian Alam

Sleman56 Dilihat

SLEMAN, JANASVARA.COM – Keberadaan desa wisata di Kabupaten Sleman tidak sekadar diproyeksikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga semata. Melainkan juga menjadi benteng utama dalam pelestarian lingkungan hidup dan tata ruang wilayah setempat.

​Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti, saat berbincang di Desa Wisata Pentingsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, pada Jumat (14/8/2026). Perbincangan ini juga menghadirkan Panewu Cangkringan, Tamzis Sarwana dan Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtyas.

Ani menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian ekosistem, agar dampak positif dapat terus  dirasakan masyarakat hingga generasi mendatang.​Oleh karena itu, Pemkab Sleman bersama legislatif telah memiliki payung hukum untuk mengatur tata ruang dan melindungi kawasan hijau melalui Peraturan Daerah (Perda) No 2/ 2020 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Ani menjelaskan, regulasi tersebut telah membagi wilayah Sleman ke dalam beberapa zona, mulai zona pertanian, pemukiman, hingga industri. Dikatakan, dengan adanya tata ruang yang terstruktur, sumber daya air, kualitas udara, serta keberlangsungan makhluk hidup di sekitarnya dapat tetap terjaga secara seimbang.

​”Investor atau pemilik modal tidak bisa seenaknya membeli tanah lalu mendirikan bangunan bertingkat tanpa aturan. Di kawasan seperti Cangkringan atau Pentingsari ini sudah ada batasannya, berapa lantai dan seberapa tinggi gedung boleh dibangun. Semua diatur ketat untuk menjaga ekosistem dan sumber mata air, demi anak cucu kita kelak,” ucap Ani.

Menurut Ani, tujuan utama adanya desa wisata adalah untuk melestarikan atau menjaga lingkungan. Apabila terjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat di belakangnya, maka dinilai sebagai dampak positif atau bonus yang mengikuti kesuksesan pelestarian tersebut.

​”Fokus utama desa wisata itu sebenarnya melestarikan alam. Jika konsisten maka bonusnya bisa meningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Karena, rata-rata wisatawan datang mencari suasana alami, ketenangan, dan ekosistem yang terawat. Jadi saya ingin desa wisata-desa wisata di Kabupaten Sleman bisa menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Ani tak menampik menjaga keasrian dan lingkungan alam bukan hal mudah, bahkan terkadang menjadi tantangan berat bagi para pengelola desa wisata. Maka dari itu perlu ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar pengembangan desa wisata dan upaya menjaga kelestarian lingkungan tetap bisa berjalan beriringan. (Dewi Rukmini)