BPBD Minta Pengelola Jeep Merapi Waspadai Potensi Banjir Lahar Dingin

Sleman27 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman meminta pengelola wisata jeep di kawasan lereng Gunung Merapi meningkatkan kewaspadaan menjelang musim hujan. Pasalnya, sejumlah jalur wisata jeep berpotensi terdampak banjir lahar dingin apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak Merapi.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan potensi ancaman tersebut perlu menjadi perhatian pengelola wisata, terutama rute yang melintasi aliran sungai berhulu di Gunung Merapi.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), potensi material lahar dingin di wilayah barat daya mencapai 4,3 juta meter kubik. Sementara itu, potensi di wilayah selatan tercatat sebanyak 2,2 juta meter kubik. “Kalau terjadi hujan yang melebihi kapasitas di puncak Merapi akan bahaya bagi wisata jeep,” katanya, Kamis (5/11/2026).

banner 336x280

Bambang menyebut Kali Boyong yang berada di wilayah selatan menjadi salah satu aliran sungai yang paling berpotensi dilanda banjir lahar dingin. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena sejumlah jalur wisata jeep berada di kawasan aliran sungai.

Untuk mengantisipasi potensi bencana, BPBD Sleman telah memasang 34 unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di sejumlah titik. Seluruh perangkat tersebut dipastikan dalam kondisi aktif dan berfungsi dengan baik. “Kita ada 34, aktif semua, bagus semua,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang menekankan keberadaan EWS perlu diimbangi dengan pemahaman pengelola wisata jeep terhadap kondisi cuaca dan potensi bahaya di kawasan Merapi. Terlebih, aktivitas wisata tersebut melibatkan banyak wisatawan.

Menurut dia, kondisi cuaca saat ini masih berada dalam masa pancaroba. Hujan belum turun secara merata dan masih terjadi secara sporadis.

Ia mengingatkan, hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak Merapi tetap dapat memicu banjir lahar dingin meskipun wilayah di bawahnya tidak diguyur hujan. Karena itu, pengelola jeep diminta tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca di sekitar lokasi wisata.

“Kalau cuaca ekstrem di bawahnya tidak hujan, tetapi di atas 55 meter per detik, itu nanti di bawahnya berbahaya kalau tidak ada peringatan,” jelasnya.

BPBD Sleman juga terus menjalin komunikasi dengan para relawan di kawasan lereng Merapi untuk memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi kebencanaan. Bambang berharap pengelola wisata jeep turut aktif mengikuti informasi tersebut agar keselamatan wisatawan tetap terjaga.(Hadid Husaini)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *