Akhir November Malioboro Full Pedestrian

Uncategorized25 Dilihat
banner 468x60

JOGJA, JANASVARA.com – Saat ini Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) fokus pada pembenahan lalu lintas di jalan sirip-sirip dan gang-gang di sekitar Malioboro. Pembenahan ini dilakukan agar target akhir November 2026 Malioboro full pedestrian bisa terlaksana.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa penetapan target tersebut adalah bagian dari penyusunan langkah strategis dalam mempersiapkan kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor.

banner 336x280

“Setiap desain atau rencana harus ada targetnya, supaya kami bisa mengatur langkah penyiapan kawasan tersebut secara terukur,” ucap Made Belum lama ini.

Evaluasi penataan serta mekanisme pengaturan sirip-sirip jalan itu menjadi kunci penting sebelum status full pedestrian diterapkan secara menyeluruh. Dalam skenario full pedestiran, akses lalu lintas di jalan sirip-sirip Malioboro bisa diberlakukan dua arah. Namun, kendaraan yang melintas di jalan sirip dilarang menerobos masuk ke jalan utama atau Jalan Malioboro.

“Awalnya, kendaraan dari sirip memang tidak boleh masuk ke Jalan Malioboro, yang boleh hanya dari Jalan Malioboro keluar menuju sirip. Namun, jika nanti sudah full pedestrian, sirip bisa dua arah tetapi kendaraan tidak boleh bablas masuk ke Jalan Malioboro,” jelasnya.

Made juga menyoroti banyaknya pelanggaran lalu lintas yang masih terjadi di jalan sirip-sirip sekitar Malioboro. Terutama, pengendara kerap menerobos dari jalan sirip menuju jalan utama Malioboro. Padahal, sebagian besar sirip-sirip Jalan Malioboro berlaku satu arah.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pengguna jalan untuk kembali mematuhi regulasi lalu lintas yang sudah dirancang pemerintah. Demi mewujudkan kawasan Malioboro yang nyaman dan ramah bagi pejalan kaki.

Pasang Portal

Adapun untuk mendukung kebijakan full pedestrian itu, Pemda DIY telah memasang sebanyak 20 unit portal yang tersebar di 13 ruas jalan sirip sejak pertengahan Juli 2026 lalu. Pantauan janasvara.com portal-portal tersebut berbentuk seperti tombak prajurit Keraton Yogyakarta berwarna hijau tua dengan ornamen kuning keemasan.
Keberadaan portal tersebut tidak membuat akses jalan sirip ditutup permanen, melainkan akan menggunakan sistem buka tutup.

Untuk sementara waktu, uji coba penutupan portal telah dilakukan setiap Minggu pagi saat gelaran Car Free Day (CFD). Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menilai pemasangan portal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan rekayasa lalu lintas di sirip-sirip Malioboro ketika kebijakan full pedestrian diterapkan.

“Ya portal sudah dipasang, itu kan untuk rekayasa lalu lintas nantinya. Saya akan mempelajarinya,” kata Hasto.

Terkait gelaran CFD, Hasto menyebut sampai saat ini masih rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu pagi mulai pukul 05.00-09.00 WIB.

“CFD rutin diselenggarakan karena kami tahu bahwa banyak pendatang yang ingin menikmati Malioboro di pagi hari. Kemudian mereka bisa tenang serta nyaman di pagi hari dan itu hanya dua hari yakni Sabtu dan Minggu pagi,” tuturnya.(Dewi Rukmini)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *