23 Siswa dan Satu Guru SMPN 3 Turi Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Breaking News33 Dilihat
banner 468x60

SLEMAN, JANASVARA.COM – Sebanyak 23 siswa dan satu guru SMPN 3 Turi, Sleman, diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9/2026).

Gejala tersebut mulai dirasakan sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, para siswa mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan sekitar pukul 07.30 WIB.
Kepala SMPN 3 Turi, Widayati, mengatakan pihak sekolah sempat melakukan pengecekan terhadap makanan yang datang sebelum dibagikan kepada para siswa. Pengecekan tersebut dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). “Kita kemudian seperti biasanya mengikuti SOP dulu sebelum mendapat jatah MBG, salah satunya adalah sampel yang diuji bapak ibu yang piket hari ini dan aman,” kata Widayati.

banner 336x280

Setelah sampel dinyatakan aman, petugas piket kemudian mengumumkan kepada masing-masing kelas untuk mengambil jatah MBG. “Dari petugas piket mengumumkan setiap kelas yang piket kelas mengambil jatah MBG-nya di kelasnya masing-masing,” imbuhnya.

Adapun menu MBG yang diterima siswa terdiri dari nasi bola-bola daging, sayur kol dan wortel, edamame, serta semangka kuning. Namun, setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan berbagai gejala. Dugaan sementara, gejala tersebut berkaitan dengan menu bola-bola daging yang disajikan.

Mengetahui adanya keluhan tersebut, pihak sekolah meminta koordinator masing-masing kelas untuk memastikan kondisi para siswa. “Saya minta untuk woro-woro ke semua kelas, memastikan kondisi anak-anak. Karena ada yang mual, ada yang pusing, sakit perut dan sebagainya untuk segera ke UKS,” jelasnya.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Puskesmas Turi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Kemudian anak-anak kami menghubungi SPPG, koordinasi, kemudian juga langsung menghubungi ke puskesmas untuk mengirimkan ambulans,” ungkap Widayati.

Sebanyak empat siswa kemudian langsung dibawa ke puskesmas menggunakan ambulans. Sementara siswa lainnya menyusul setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut.

“Sehingga anak-anak kami empat langsung dibawa ke puskesmas, kemudian menyusul lainnya. Dari koordinasinya sudah sampai ke kapanewon,” imbuhnya.

Hingga kini, pihak sekolah masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa dan guru yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG tersebut. (Hadid Pangestu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed